Home » » Asumsi Harga Minyak Dunia Akan Direvisi

Asumsi Harga Minyak Dunia Akan Direvisi

Posted by nusanews on 3 Apr 2016



JAKARTA, Citypost - Harga minyak dunia saat ini masih belum bergerak dari rentan USD35 hingga USD40 per barel. Besaran harga ini masih jauh di bawah asumsi harga minyak dunia yang ditetapkan dalam APBN 2016 sebesar USD50 per barel.
Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan pemerintah perlu melakukan revisi asumsi harga minyak dunia dalam APBNP 2016. Sebab, pemerintah akan menanggung defisit fiskal yang sangat besar apabila tetap mempertahankan asumsi harga minyak dunia sebesar USD50 per barel.
"Perlu dilakukan revisi. Apabila tidak, ini akan membahayakan fiskal kita. Harga minyak dunia hingga saat ini masih tertahan dan kita juga belum tahu kan bagaimana nantinya hingga akhir tahun," kata Irawan kepada Okezone.
Menurutnya, harga asumsi harga minyak dunia dalam APBNP 2016 idealnya adalah sebesar USD40 per barel. Rencana ini nantinya akan dibahas pada masa persidangan IV tahun sidang 2015-2016.
"Kalau kita lihat idealnya adalah USD40 per barel. Dari dulu sebenarnya sudah kita peringatkan hal ini kepada pemerintah. Nanti kita lihat dulu bagaimana (harga minyak dunia) ke depannya, akan kita bahas dalam masa sidang besok. Jadi dalam APBNP akan direvisi. Kita akan menunggu dari pemerintah," ungkapnya.
Untuk diketahui, Apabila ditotal secara keseluruhan, penurunan harga minyak dunia ini dapat menyebabkan defisit fiskal hingga Rp285,2 triliun. Perkiraan ini jauh lebih besar dibandingkan perkiraan defisit sebelumnya sebesar Rp273,2 triliun.
"Ini akan dapat meningkat hingga di atas Rp300 triliun kalau dibiarkan. Jadi harus perubahan," tukas dia.

 

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2016 nusanews. All Rights Reserved. Powered by Altechno Digital
Managed by Creating Website and IT Club